E-LIBRARY & GAMATUTOR SARANA BELAJAR YANG MUDAH, ASIK, DAN MENGUNTUNGKAN

Muhammad Rachmat Fadhil Priana (13/346791/TK/40637)

 

Pembuatan E-library atau perpustakaan digital di Kelurahan Tanjung Uban Utara dan Desa Lancang Kuning merupakan salah satu program dari tim KKN UGM unit KPR – 01 yang didedikasikan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia di kedua desa dan kelurahan melalui tekhnologi informasi. Program yang di dukung oleh Telkomsel by Telkom Indonesia ini juga merupakan sebuah terobosan baru suatu produk Indonesia yang di garap oleh UGM yaitu GAMATUTOR. Produk ini merupakan suatu produk yang sudah ter pasang di dalam perangkat perangkat computer dari e-library yang disediakan, dimana produk ini berfungsi untuk membuat tutorial tutorial dengan animasi animasi yang cukup variatif. Produk ini memang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membangun lingkungan “ melek “ tekhnologi informasi di masyarakat dan menjadi inisiasi untuk masyarakat memulai saling membuat tutorial untuk mengembangkan potensi potensi yang ada pada kedua desa dan kelurahan.

Perpustakaan digital atau e-library merupakan sebuah nama dengan perwujudan berupa beberapa unit komputer yang di pasang di Desa Lancang Kuning dan juga Kelurahan Tanjung Uban Utara, tepat nya di Kantor Desa Lancang Kuning dan Gedung Balai Tenun Kelurahan Tanjung Uban Utara. Seperangkat komputer ini telah di isi kan oleh mahasiswa kkn dengan ribuan buku sekolah elektronik yang dapat di akses secara langsung di perpustakaan digital maupun di copy langsung dari perangkat komputer yang ada untuk dibaca di rumah. Hal ini tentunya dapat memudahkan para siswa yang berdomisili di kedua daerah tersebut dalam hal menjangkau buku buku pelajaran yang sekarang ini sudah tidak murah lagi harganya. Ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi pihak siswa dan juga dapat mengurangi beban yang diterima oleh para orang tua siswa yang tidak perlu mengeluarkan uanng lebih lagi untuk membeli berbagai macam variasi buku. Buku buku yang terdapat di dalam perpustakaan ini pun sudah terbagi berdasarkan kelas dan tingkatan studi. Respon dari anak anak dan masyarakat yang baik terhadap adanya perpustakaan digital ini diharapkan bisa menjadi titik awal kemajuan dari perkembangan pendidikan yang ada di kedua desa.

E library Balai Tenun   GAMATUTOR, Merupakan sebuah program pembuatan tutorial yang menjadi proyek utama dari kegiatan KKN PPM UGM unit KPR-01. Diharapkan dengan adanya sosialisasi tentang cara penggunaan gamatutor ini masyarakat desa nantinya dapat menggunakan gamatutor untuk kepentingan mereka sendiri. Namun walaupun diarahkan untuk masyarakat bukan berarti tim kkn ugm lepas tangan. Tim kkn ugm juga telah menyediakan beberapa artikel dan juga tutorial yang berfungsi sebagai pemicu awal diamana semoga nantinya masyarakat dapoat mengikuti pembuatan tutorial yang ada. Pembuatan tutorial ini pun dapat menguntungkan masyarakat karena nantinya masyarakat dapat memiliki pilihan untuk menyebarkan tutorial yang mereka buat secara gratis maupun dapat dijual juga di gerai turorial, yaitu sebuah website yang menyediakan wadah untuk penjualan tutorial. Selain itu masyarakat juga diperkenalkan dengan situs situs belanja online yang dapat membantu mereka dalam memasarkan dagangan mereka seperti halnya Blanja.com .


Interface pembuatan tutorial GAMATUTOR Website Desa Sosialisasi GAMATUTOR           Kesimpulannya baik e library maupun gamatutor merupakan suatu program yang mudah digunakan oleh masyarakat sekitar yang diharapkan dengan kemudahan dank e simpleannya dapat menjadikan motivasi bagi warga atau masyarakat desa yang belum terlalu familiar dengan tekhnologi informasi agar dapat memulai langkah awal untuk membangun masyarakat yang maju melalui tekhnologi informasi.

Fadhil Priana

PERPUSTAKAAN DIGITAL : MEMBANTU BINTAN MENJADI LEBIH MAJU

Oleh : Fannisa Lieadhya Effendi ( 13/348171/TK/40809 )

  DSC08588

              Perkembangan teknologi informasi di bidang perpustakaan yang lebih dikenal dengan istilah otomasi perpustakaan sudah menjadi suatu tuntutan sejalan dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi/informasi dan tuntutan pengguna perpustakaan. Pada dasarnya perkembangan tersebut lebih merupakan perwujudan keinginan pengguna perpustakaan dalam memperoleh informasi yang lebih cepat dan komprehensip untuk memperlancar kegiatan aktifitas penggunanya.

            Melihat perkembangan teknologi yang sudah semakin pesat disertai dengan tingginya minat masyarakat Bintan terhadap perkembangan teknologi, maka tim KKN – PPM UGM KPR 01 2016 membantu menyediakan suatu wadah bagi masyarakat Bintan agar dapat berkembang dan dapat memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin.

            Maka hadirlah Perpustakaan Digital. Perpustakaan Digital ini disediakan di kelurahan Tanjung Uban Utara dan Desa Lancang Kuning. TIM KKN PPM UGM menyediakan seperangkat komputer di Balai Tenun ( Kelurahan Tanjung Uban utara ) dan Kantor Desa Lancang Kuning agar perpustakaan digital dapat digunakan semaksimal mungkin.

            Perpustakaan Digital atau E – Library ini sendiri terdiri dari 5 fasilitas utama , yakni antara lain Aplikasi Gamatutor, yang merupakan suatu aplikasi yang dapat membantu masyarakat dalam membuat tutorial pembelajaran sehingga informasi dapat lebih mudah ditranslasikan. Kemudian juga terdapat geraitutorial.gamatutor.id dimana masyarakat dapat melakukan proses jual/beli terhadap tutorial yang telah dibuat. Sehingga dapat membantu penghasilan masyarakat. Juga terdapat Website Desa yaitu Lancangkuning.gamatutor.id dan Tanjunguban.gamatutor.id dimana didalamnya terdapat menu artikel dan tutorial serta buku sekolah elektronik.

Perpustakaan digital sendiri diresmikan pada tanggal 26 juli 2016 di Balai Tenun dan tanggal 2 Agustus 2016 di Lancang Kuning. Antusiasme masyarakat sangat besar. Masyarakat bintan sangat tertarik untuk mencoba dan menggunakan perpustakaan digital ini. Semoga kedepannya Perputakaan digital  dapat terus membantu mengembangkan masyarakat Bintan.

Gamatutor, Membuat yang Rumit menjadi Lebih Mudah

Oleh: Mutia Ramadhanti (13/347264/TP/10667)

Desa Lancang Kuning merupakan salah satu Desa yang berada di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Desa ini di anugerahi dengan kekayaan sumber daya alamnya yang berupa tanaman umbi-umbian dan salak yang tumbuh subur di Desa Lancang Kuning. Selain memiliki kekayaan alam yang melimpah,masyarakat Desa Lancang Kuning juga memiliki keahlian lain dalam mengelola sumber daya alam tersebut, sehingga menghasilkan nilai tambah bagi kesejahteraan warga desa.

Saat berkunjung ke rumah warga, saya dan teman-teman kluster agro melihat bagaimana gigihnya warga untuk memajukan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini dapat dilihat dari mata pencaharian masyarakat desa yang kebanyakan adalah pengusaha UMKM di bidang kerjainan pangan dan peternakan.

Mahasiswa kluster agro memiliki berbagai program kerja dalam rangka membantu perekonomian dan kreatifitas warga Desa Lancang Kuning. Salah satunya adalah program pengenalan dan pembuatan tepung MOCAF. Dalam kegiatan ini, tim Agro melakukan orientasi pembuatan tepung MOCAF di salah satu rumah warga. Setelah itu kami melakukan presentasi di depan anggota kelompok tani setempat menggunakan aplikasi Gamatutor. Pembuatan materi presentasi menggunakan aplikasi Gamatutor sangat mudah dilakukan. Ketika dilakukan presentasi, warga sangat antusias karena warga menjadi lebih mudah dalam memahami materi dan cara pembuatan tepung MOCAF.

Seluk Beluk Adaptasi Arsitektur Melayu pada Interior Perpustakaan Digital

Oleh: Diya Khairana (13/ 345685/ TK/ 40385)

Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pembelajaraan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM) adalah kegiatan yang dilaksanakan tahunan di Universitas Gadjah Mada. KKN PPM UGM unit KPR-01 dilaksanakan di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan. KKN PPM UGM KPR-01 diampu oleh Bapak Lukman Heryawan, S.T., M.T. sebagai DPL. KKN-PPM UGM unit KPR-01 terdiri dari 26 orang yang dibagi menjadi 3 subunit Distribusi mahasiswa di setiap subunitnya berada di Sei Jago, Sei Jeram, dan Tanjung Uban Utara. Tema yang kami usung pada KKN kali ini adalah Optimalisasi Sumber Daya Alam dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui Teknologi Informasi. Pulau Bintan sendiri berada di sebelah timur Pulau Batam.

Di sini saya sebagai Mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan ikut andil dalam proses perancangan desain perpustakaan digital. Ada beberapa tahap yang harus saya jalani selama mendesain, yaitu, koordinasi terkait lokasi perpustakaan digital, survey dan analisis tapak, perancangan, loading, dan pendirian perpustakaan digital.

Pada tahap koordinasi lokasi, saya bersama partner saya, Dio Asmandaru, bertemu dengan pihak perangkat desa terkait lokasi yang akan dipilih. Ada 2 lokasi yang akan kami jadikan perpustakaan digital, yaitu di Kelurahan Tanjug Uban Utara dan Desa Lancang Kuning. Untuk di Kelurahan Tanjung Uban Utara, terdapat 3 alternatif lokasi yakni di gedung aula kantor Kelurahan Tanjung Uban Utara, Gedung Balai Tenun, dan salah satu gedung tidak terpakai di daerah Sakera. Pada akhirnya kami memilih Gedung Balai Tenun sebagai lokasi pendirian perpustakan digital. Lokasi ini kami pilih berdasarkan beberapa hal, yaitu, pertama, letaknya yang strategis, dekat dengan kantor kelurahan dan gedung sekolah. Kedua, fungsi awal gedung merupakan pusat pelatihan dan produksi kain tenun di Kecamatan Bintan Utara, hal ini menjadikan tempat tersebut strategis sebagai tempat wisata. Selain itu, dengan adanya perpustakaan digital di Gedung Balai Tenun harapannya mampu meningkatkan nilai jual kerajinan menenun di daerah tersebut dengan menarik minat masyarakat maupun wisatawan domestik dan mancanegara salah satunya melalui adanya perpustakaan digital. Ketiga, berdasarkan analisis tapak yang kami lakukan, Gedung Balai Tenun memiliki view into site dan view from site yang indah yaitu berupa pemandangan langsung ke arah Pantai Sakera.

Setelah pemilihan lokasi, kami melakukan survey dan analisis tapak. Pada tahap ini kami mengukur besaran ruang dan menganalisis faktor-fakrtor yang dapat mempengaruhi desain, seperti, arah cahaya matahari, view into site dan view from site, kondisi di dalam ruangan, kondisi di lingkungan sekitar, eksisting awal bangunan, serta kebudayaan di sekitar lokasi. Hal tersebut akan mempengaruhi bagaimana bentuk elemen desiannya, material apa yang digunakan, ukuran desain, dan sebagainya. Produk desain yang saya buat kali ini berupa 4 buah partisi dan 3 buah meja komputer yang nantinya akan dijadikan 3 booth individu. Sedangkan Dio mendesain 1 meja kelompok potabel yang nantinya akan dijadikan 1 booth kelompok dan berperan dalam koordinasi langsung dengan pihak kelurahan. Adapun beberapa desain tambahan yang sebelumnya tidak ada direncana awal kami, yaitu perlu adanya gudang tambahan untuk memindahkan elemen-elemen alat tenun yang tadinya disimpan di ruangan tersebut. Sehingga perlu adanya dinding partisi pemisah antara ruang perpustakaan digital dengan gudang, pintu gudang, dan jasa penjebolan dinding untuk akses masuk ke gudang.

Berikut 4 alternatif desain yang saya buat untuk elemen furniture booth individu:

ALTERNATIF 1

ALTERNATIF 1 FIX

 

ALTERNATIF 2

ALTERNATIF 2 FIX

ALTERNATIF 3

ALTERNATIF 3 FIX

ALTERNATIF 4

ALTERNATIF 4 FIX

Dari keempat alternatif desain tersebut, setelah dilakukan konsultasi ke pihak Kelurahan Tanjung Uban Utara dan voting dari tim KKN PPM UGM KPR-01, akhirnya terpilih desain alternatif ke 4 karena dirasa lebih menarik dan cocok dengan suasana melayu. Konsep yang saya pilih berasal dari transformasi desain ornamen khas melayu yaitu lebah bergantung yang dapat terlihat jelas disepanjang tirisan atap Gedung Balai Tenun. Hal ini dapat terlihat melalui bentuk dasar lingkaran yang dipilih, serta transformasi desain atau perubahan bentuk pada partisi individu melalui proses trim, substitusi, dan duplikasi. Selain itu, seluruh desain elemen furniture ini juga memiliki konsep potable furniture, di mana semua furniture baik itu partisi booth individu, meja komputer booth individu, dan meja komputer booth kelompok, menggunakan sistem engsel sehingga dapat dilipat dan dipindahkan dengan mudah.

1
Ornamen lebah bergantung pada sepanjang tritisan atap Gedung Balai Tenun

Setelah terpilihnya desain, maka tahap selanjutnya yaitu pembuatan elemen desain. Beberapa kendala yang saya dapati pada tahap ini yaitu jarangnya tenaga ahli (tukang terampil) yang berada di dekat lokasi. Untungnya Continue reading Seluk Beluk Adaptasi Arsitektur Melayu pada Interior Perpustakaan Digital

Membawa Era Teknologi Ke Dalam Masyarakat Agraris

Oleh: Ivan Samudra (13/348963/HK/19637)

Sebuah Tanah Bertuah, begitulah sebutan yang diutarakan oleh salah seorang penduduk setempat tehadap tanah Pulau Bintan karena sejarahnya atas kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di pulau tersebut. Pulau Bintan sendiri merupakan pulau terbesar yang berada di Provinsi Kepulauan Riau. Dari Yogyakarta, tim KKN UGM KPR-01 yang mengusung tema ptimalisasi Sumber Daya Alam dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Teknologi Informasi dapat mencapai Pulau Bintan dengan naik pesawat Yogyakarta-Batam dan kemudian melanjutkan dengan menaiki sebuah kapal ferri ke Pulau Bintan. Kami mendapati bahwa masyarakat yang terdapat di pulau Bintan masih kental dengan budaya agraris, namun sesuai dengan tujuan Tim KKN UGM untuk datang ke Bintan, kami membangung Perpustakaan Digital untuk kawasan Tanjung Uban dan Desa Lancang Kuning. Pembangunan perpustakaan digital ini disambut baik dari masyarakat sekitar terutama di kalangan pelajar. Perpustakaan digital ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat atas hal yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Dalam Perpustakaan digital terdapat sekitar 1400 buku digital yang dapat diakses oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan mereka. Dengan banyaknya buku tersebut banyak hal baru yang dapat diketahui oleh masyarakat baik dalam pengetahuan ekonomi, ilmu sains, bahkan ilmu keseharian mengenai jenis tanah yang baik untuk bercocok tanam. Dengan tersedianya perpustakaan digital ini pengetahuan tidak hanya didapatkan melalui intsitusi akademis, namun masyarakat bisa dengan mudah meningkatkan efisiensi kerja dalam bidang mereka masing-masing dengan membaca buku digital yang terdapat pada perpustakaan digital (E-Library) yang terletak di Balai Tenun Kampung Bugis, Tanjung Uban dan Desa Lancang Kuning.

Selain Perpustakaan Digital (E-Library) tim KKN UGM KPR-01 juga memiliki program untuk memperkenalkan suatu produk perangkat lunak (Software) dari UGM yang bernama GAMATUTOR. Gamatutor sendiri merupakan suatu software yang membantu penggunanya untuk membuat suatu tutorial atau langkah-langkah petunjuk yang ditayangkan melalui suatu gambar dan penanda yang dapat mengeluarkan penjelasan-penjelasan secara otomatis sehingga tiap orang yang membuka tutorial tersebut akan mendapat penjelasan tanpa perlu didampingi oleh siapapun. Fitur dari GAMATUTOR yang lain adalah dimana dalam sebuah tutorial pengguna dapat memasukan suara kedalam tutorial tersebut, sehingga penjelasan tidak hanya lewat tulisan namun juga diiringi secara lisan. Ini merupakan kekuatan GAMATUTOR dimana setiap orang yang mengakses tutorial akan mendapat penjelasan secara otomatis sehingga siapapun dan berapapun orang yang menyimak tutorial tersebut akan mudah mengerti. Penggunaan GAMATUTOR akan sangat membantu kemajuan masyarakat dalam berbagi informasi terutama informasi-informasi yang memudahkan dalam meningkatkan kualitas pertanian, meningkatkan kualitas ternak, ataupun dalam pengolahan hasil perkebunan. GAMATUTOR juga merupakan sarana yang dapat membantu proses belajar-mengajar karena banyak materi-materi sekolah yang dapat dijelaskan dengan GAMATUTOR. Tingkatan minat siswa saat Tim KKN memberikan pengenalan GAMATUTOR juga sangat baik.

Tutorial yang dibuat dalam GAMATUTOR juga dapat dijual dalam situs geraitutorial.gamatutor.id, dan untuk tutorial bagi masyarakat Tanjung Uban dan Desa Lancang Kuning dapat diupload dan diakses di tanjunguban.gamatutor.id dan lancangkuning.gamatutor.id. Harapannya dikedepannya GAMATUTOR dan E-Library ini akan berkembang dan menjadi suatu fenomena yang terus berlaku di masyarakat Bintan. Sekian.

1469075703205

Perpustakaan Digital Desa, Inovasi Pendidikan dan Pengembangan Desa di Indonesia

Oleh: Irfan Murtadho Agtya (13/348981/TK/41047)

S_4762207653021

Keberadaan perpustakaan digital di Desa Lancang Kuning dan Kelurahan Tanjung Uban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau ini menjadi warna baru dalam inovasi pendidikan dan pengembangan desa di Indonesia. Universitas Gadjah Mada sebagai Universitas Pancasila dan Kerakyatan dalam hal ini menjadi penginisiasi gerakan ini melalui
salah satu programnya yaitu Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dengan moto mengakar kuat menjulang tinggi pada tahun 2016 ini di salah satu unitnya yaitu KPR-01 dengan tema program Optimalisasi Sumber Daya Alam dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Teknologi Informasi telah bersinergi dengan Telkomsel untuk mewujudkan kehadiran perpustakaan digital tersebut. Perpustakaan digital ini pun disambut baik kehadirannya oleh semua elemen masyarakat, baik pemerintah, siswa/i sekolah, tokoh masyarakat, karang taruna, dan lain sebagainya, terlihat dari setiap sosialisasi yang dilakukan respon yang didapat sangat baik dan mendukung, begitu pula pada saat peresmian perpustakaan digital di lokasinya yaitu Balai Tenun. Perpustakaan digital ini sendiri terdiri atas seperangkat komputer dengan konsep multiseat, sebuah website perpustakaan digital, aplikasi Gamatutor dan website GeraiTutorial, serta buku sekolah elektronik. Perpustakaan digital ini sendiri merupakan sebuah inovasi dunia pendidikan dalam rangka pengembangan desa, yang mana Desa Lancang Kuning dan Kelurahan Tanjung Uban Utara ini merupakan desa perintis untuk program perpustakaan digital ini. Sebagai daerah perintis, Desa Lancang Kuning dan Kelurahan Tanjung Uban Utara ini menunjukkan respon dan dukungan yang sangat baik, sehingga program perpustakaan digital ini menjadi lancar. Diharapkan keberlanjutan program perpustakaan digital ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat, khususnya karang taruna sebagai pengurus utama perpustakaan digital ini, dimana sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi dan pengarahan untuk kepengurusan dan operasional perpustakaan digital ini. Apabila keberlanjutan program perpustakaan digital ini berlangsung dengan baik dan sukses, serta manfaat yang didapatkan dan diberikan masyarakat sangat optimal, direncanakan kehadiran perpustakaan digital ini akan dilaksanakan di daerah lain.

S_4762208731371

Kami, Masyarakat, Gamatutor, dan Perpustakaan Digital

Oleh: Egar Pamuji Utomo (13/349650/EK/19542)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Indonesia yang dicetuskan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak tahun 1951. Hingga tahun 2016, UGM masih tetap mengadakan kegiatan KKN. Salah satu tim KKN PPM UGM 2016 yang diberangkatkan ke Kepulauan Riau khususnya Bintan adalah KPR-01. Tim KKN PPM UGM 2016 KPR-01 mengangkat tema Optimalisasi Sumber Daya Alam dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Teknologi Informasi. Salah satu program yang diusung oleh Tim KPR-01 adalah pendirian perpustakaan digital. Pendirian ini bertujuan membantu masyarakat maupun siswa sekolah bertukar pikiran dan belajar satu sama lain melalui teknologi informasi. Balai tenun di Tanjung Uban Utara dan Kantor Desa Lancang Kuning menjadi tempat pendirian perpustakaan digital tersebut. Perpustakaan digital ini dilengkapi juga dengan Buku Sekolah Elektronik yang dapat diakses oleh semua masyarakat khususnya guru dan siswa sekolah. Selanjutnya, perpustakaan digital ini juga dilengkapi dengan aplikasi Gamatutor. Gamatutor sendiri merupakan aplikasi yang dibuat oleh anak bangsa yang berisi tutorial apapun dari tutorial yang mudah hingga tutorial yang cukup sulit. Aplikasi ini sangat membantu kami Tim KKN PPM UGM 2016 KPR-01. Semua orang bisa tidak hanya bisa mengunduh tutorial tersebut, tetapi bisa membuat tutorial apapun, sebagai contoh tutorial membuat kripik singkong atau tutorial membuat manisan salak. Karena memang aplikasi ini sangat membantu, tim kami melakukan sosialisasi kepada siswa siswa sekolah yang ada di Tanjung Uban Utara dan perangkat desa dan juga masyarakat di Desa Lancang Kuning. Siswa sekolah dan masyarakat sangat antusias terhadap aplikasi Gamatutori ini.

Perpustakaan Digital di Desa Lancang Kuning
Perpustakaan Digital di Desa Lancang Kuning

Perpustakaan Digital dan Gamatutor Hadir di Bintan Utara

Oleh : Sarah Khairina (13/350041/TK/41236)

Universitas Gadjah Mada dengan predikat universitas kerakyatan karena bertekad selalu mengabdi pada kepentingan masyarakat mempunyai kegiatan wajib Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa. Kegiatan KKN-PPM UGM 2016 yang salah satunya dilaksanakan pada periode antarsemester mengirimkan satu tim ke Kecamatan Bintan Utara, Provinsi Kepulauan Riau. Dengan tema Optimalisasi Sumber Daya Alam dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Teknologi Informasi, Tim KKN-PPM KPR01 mempunyai program utama pendirian perpustakaan digital.

Pendirian perpustakaan digital tersebut didasarkan pada keadaan dan kebiasaan masyarakat Bintan Utara yang sudah mengenal dan menggunakan internet. Dari hasil observasi di dua minggu pelaksanaan KKN-PPM, Tim KRR01 baru mengetahui bahwa penggunaan internet oleh masyarakat Bintan Utara, khususnya di Desa Lancang Kuning dan Kelurahan Tanjung Uban Utara, belum maksimal. Internet masih digunakan sebatas untuk sosial media atau bermain game online, belum sampai taraf pemanfaatan dalam usaha peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kualitas diri.

Untuk itu, bersama aplikasi Gamatutor, perpustakaan digital didirikan di dua wilayah Bintan Utara, yaitu di Kantor Desa Lancang Kuning dan Balai Tenun Tanjung Uban, dengan harapan masyarakat Bintan Utara dapat meningkatkan kualitas diri sehingga perekonomian dan edukasi masyarakat dapat meningkat pula. Pendirian perpustakaan digital dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, terutama pemerintah desa/kelurahan setempat dan masyarakat sekitar lokasi pendirian. Adapun perpustakaan digital tersebut terdiri dari seperangkat komputer yang dilengkap dengan aplikasi Gamatutor dan Buku Sekolah Elektronik, serta website desa.

Aplikasi Gamatutor merupakan aplikasi pembuat dan player animasi pembelajaran sederhana yang memungkinkan penggunanya membuat tutorial-tutorial berupa animasi. Dengan Gamatutor proses pembelajaran masyarakat dapat lebih mudah dipahami dengan adanya gambar yang disertai penjelasannya, serta sound atau audio berupa rekaman suara atau lagu. Dengan tutorial-tutorial yang dibuat menggunakan aplikasi Gamatutor, masyarakat Bintan Utara dapat saling berbagi pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.

Selain itu, adanya website perpustakaan digital untuk kedua daerah semakin memudahkan penyebaran informasi terbaru dan pengetahuan antar masyarakat Bintan Utara dan pemerintahan wilayah masing-masing. Website perpustakaan digital, yaitu lancangkuning.gamatutor.id dan tanjunguban.gamatutor.id, merupakan website desa yang dapat diakses dari mana dan kapan saja oleh siapa saja yang berisikan artikel dan tutorial. Artikel dan tutorial tersebut merupakan sarana penyebaran informasi terbaru dan pengetahuan antar masyarakat dan pemerintah setempat. Dengan membuat akun di website perpustakaan digital, pemilik akun dapat mengunggah post berupa artikel dan atau tutorial sehingga masyarakat luas juga dapat mengetahuinya. Selain artikel dan tutorial, website perpustakaan digital juga dilengkap dengan Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat diunduh oleh pelajar ataupun guru SD, SMP, dan SMA/SMK sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat lebih baik karena tersedianya banyak sumber referensi materi pembelajaran. Pada komputer perpustakaan digital juga telah dilengkapi file-file BSE secara local repository siap pakai tanpa perlu melakukan pengunduhan terlebih dahulu.

Harapannya, dengan adanya perpustakaan digital beserta kelengkapannya tersebut masyarakat Bintan Utara dapat menggunakan dan memaksimalkannya secara positif sehingga penyebaran informasi dan pengetahuan melalui internet bisa menjadi kebiasaan sehari-hari, serta tingkat kualitas diri dapat meningkat.

tim1 tim2

Gamatutor, Mudah dan Menyenangkan

1470066949036Salah satu hal yang cukup berkesan dari KKN tahun ini adalah saya mulai mengenal sesuatu yang bernama Gamatutor.

Gamatutor merupakan sebuah software yang sangat membantu saya dalam melakukan program sosialisasi untuk warga masyarakat. Contohnya, karena saya merupakan mahasiswa klaster Agro, pada sosialisasi pembuatan MOCAF (modiffied cassava flour), kripik daun singkong, dan manisan salak,  saya menggunakan animasi yang dibuat dari software gamatutor.    Animasi yang dibuat ini memudahkan warga untuk memahami materi sosialisasi yang saya berikan.  Sehingga warga pun ikut penasaran dengan software gamatutor.

Cara membuat animasi dari software Gamatutor pun cukup mudah dan sederhana. Hal ini memudahkan saya untuk mengajarkannya ke warga.
Di sisi lain, warga juga dapat mengerti dengan cepat.

Dan yang pasti, ada rasa bangga tersendiri ketika saya mengenalkan software Gamatutor kepada warga. Karena software ini merupakan software hasil penelitian dan pengembangan dari Universitas Gadjah Mada.

Pengenalan gamatutor kepada warga masyarakat banyak saya lakukan secara spontan dan natural ketika sedang berada dalam kehidupan sehari hari. Karena rasanya lebih mudah juga diajarkan kepada warga jika tidak dalam suasana formal. Misalnya ketika sedang ada waktu luang di sore hari, saya selalu menyempatkan untuk berkunjung ke rumah rumah warga. Beberapa warga sudah ada yang memiliki perangkat komputer ataupun laptop sendiri. Saya hanya tinggal menginstallkan software Gamatutor dan langsung mengajarkan cara pembuatan animasi dan tutorialnya. Tak hanya yang dewasa, anak anak sekolah pun rupanya banyak pula yang tertarik.

Pengenalan gamatutor kepada warga juga dilakukan di Kantor desa Lancang kuning. Salah satu program KKN kami adalah pembuatan perpustakaan digital, yang didalamnya terdapat software Gamatutor. Salah satu perpustakaan digital ini kami dirikan di Kantor Desa Lancang kuning. Sehingga diharapkan semua warga desa, terutama yang belum memiliki perangkat komputer juga tetap dapat mengakses. Di perpustakaan digital ini warga Desa Lancang kuning dapat melihat tutorial tutorial yang telah dibuat dengan Gamatutor. Sehingga hal ini dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan warga desa.

Diharapkan masyarakat Desa Lancang Kuning tak hanya sekedar bisa melihat tutorial di perpustakaan digital saja. Namun juga dapat membuat tutorialnya sendiri dan dapat membagikannya ke masyarakat Desa se Indonesia yang membutuhkan.

20160724_152708

Oleh Dina Aulia Nurfiana
Mahasiswi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM

E- Library dan Masyarakat Bintan

Oleh: Fajar Budhiati (13/349211/PT/06575)

KKN PPM UGM telah dilaksanakan, tim KKN PPM UGM unit KPR-01 yang megusung tema utama Optimalisasi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia melalui Teknologi Informai. Berdasarkan tema tersebut tim KKN UGM KPR-01 mendirikan perpustakaan digital atau e-library yang di dalamnya diperkenalkan sebuah aplikasi baru yang disebut Gamatutor untuk masyarakat Bintan, terkhusus masyarakat Desa Lancang Kuning dan Kelurahan Tanjung Uban Utara.
Komponen yang terdapat dalam perpustakaan digital atau e-library meliputi aplikasi Gamatutor, website, seperangkat komputer, dan buku sekolah elektronik. Gamatutor merupakan suatu aplikasi hasil karya Bapak Lukman Heryawan, S.T., M.T. yang digunakan untuk membuat tutorial-tutorial sederhana yang mudah untuk dipahami dan digunakan untuk masyarakat umum. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat tutorial dengan menyisipkan gambar dan sound untuk mempermudah penggunannya.
Website (lancangkuning.gamatutor.id dan tanjunguban.gamatutor.id) merupakan website yang berisi menu artikel yang dibuat oleh masyarakat mengenai suatu informasi yang penting. Website ini dapat diakses dan digunakan untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan masyarakat, terkhusus masyarakat Desa Lancang Kuning dan Tanjung Uban Utara. Terdapat juga sebuah website yang dapat digunakan untuk memperjualbelikan tutorial-tutorial yaang telah dibuat dalam aplikasi Gamatutor. Tutorial yang telah dibuat dalam aplikasi Gamatutor memungkinkan untuk diperjualbelikan secara online oleh masyarakat. Aplikasi Gamatutor tidak hanya untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan masyarakat namun juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui jual beli tutorial tersebut
Pendirian perpustakaan digital ini juga didukung dengan pengadaan seperangkat komputer. Komputer inilah sebagai kunci pengadaan perpustakaan digital ini. Terdapat 5 buahseperangkat komputer yang diberikan kepada Desa Lancang Kuning dan Kelurahan Tanjung Uban Utara. Besar harapan nantinya komputer ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan perekonomian masyarakat.
Buku sekolah elektronik yaiu berisi berbagai macam buku mata pelajaran untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. Sebanyak 1400 buku sekolah elektronik yang dapat diakses oleh seluruh pelajar yang ada di Bintan secara gratis. Harapannya buku sekolah elektronik ini dapat membantu pelajar atau pun guru dalam proses belajar mengajar secara mudah dan murah.
Program utama ini telah diterima secara baik oleh masyarakat Bintan terkhusus masyarakat Desa Lancang Kuning dan Kelurahan Tanjung Uban Utara. Harapannya program ini dapat dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat dan mampu membantu meningkatkan pengetahuan dan perekonomian masyarakat. Ucapan terima kasih tidak lupa Kami sampaikan kepada pihak Telkomsel yang telah mendukung dan bekerjasama penuh dalam pendirian perpustakaan digital ini. Terima kasih Bintan, pulau beribu kenangan.

Peresmian E-library
Peresmian E-library